Peningkatan Digital Immune System (DIS) untuk Mendeteksi dan Mitigating Serangan Siber Berbasis AI dengan Forensik Digital Terintegrasi

Authors

DOI:

https://doi.org/10.57093/jisti.v9i1.404

Keywords:

Sistem Imun Digital, Serangan Siber Berbasis AI, Forensik Digital, Deteksi Anomali, Keamanan Adaptif

Abstract

Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memicu munculnya serangan siber yang adaptif dan otonom, sehingga mekanisme keamanan tradisional berbasis signature menjadi tidak efektif. Penelitian ini mengusulkan arsitektur Enhanced Digital Immune System (DIS) sebagai sistem keamanan adaptif closed-loop yang mengintegrasikan lapisan sensing, deteksi anomali berbasis AI, respons otomatis, serta lapisan forensik digital. Berbeda dengan sistem konvensional, integrasi ini memungkinkan pembentukan AI Attack Behavioral Signatures untuk analisis pasca-insiden. Evaluasi eksperimental menggunakan serangan adaptive SSH brute-force menunjukkan peningkatan signifikan: tingkat deteksi naik dari 72% menjadi 93%, false positive rate menurun dari 18% menjadi 7%, dan tingkat keberhasilan serangan turun dari 35% menjadi 9%. Selain itu, sistem mencapai waktu respons yang lebih cepat dan meningkatkan kelengkapan bukti forensik dari 40% ke 88%. Temuan ini menunjukkan bahwa DIS secara efektif meningkatkan resiliensi melalui kombinasi respons otomatis dan forensik berbasis kecerdasan. Penelitian ini mempertegas potensi integrasi konsep sistem imun digital dengan forensik untuk menghadapi tantangan keamanan di era AI

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-06-29

How to Cite

Peningkatan Digital Immune System (DIS) untuk Mendeteksi dan Mitigating Serangan Siber Berbasis AI dengan Forensik Digital Terintegrasi. (2026). Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JISTI), 9(1), 111-121. https://doi.org/10.57093/jisti.v9i1.404

Most read articles by the same author(s)